ivaa-online.org
KOLEKSI DOKUMEN

Media Review - Biennale yang Jinak

Tanggal Publikasi : 8 Januari 1977
Deskripsi :

Tiga kali diselenggarakan, Biennale terlihat jinak-jinak saja. Karya yang masuk dalam pameran ini hanya memerlukan persyaratan menggunakan cat minyak atau akrilik.

No. Panggil Perpustakaan IVAA

 

Judul

Biennale yang Jinak

Penyusun

Wiwik Hidayat

Penerbit

Berita Buana

Tahun Terbit

1977, 18 Januari

Informasi lain

Terkait Pameran Besar Senilukis Indonesia 1976

Kutipan

Paragraf 2 dan 3

Medium yang disyaratkan khusus cat minyak atau akrilik. Ini rupanya cara pembatasan, yang dengan sendirinya memberikan ruang gerak tertentu kepada ciptaan-ciptaan seniman-seniman kita. Berbeda dengan karya-karya dua tahun yang lalu yang sempat menampilkan lukisan-lukisan eksperimentil, misalnya yang menyerupai lukisan tiga dimensi karena digarap seperti relief atau sculptural (pemahatan/pematungan).
Tiga kali kita mendatangi pameran itu, dan kesan utama ialah: Biennale ini jinak-jinak saja. Adalah ini iklim yang menyeluruh dimasyarakat seniman kita? Kehilangan api. Depresi atau kemerdekaan? Kita bicara dengan pelukis Daryono, Nunung, Koto, yang bersantai di halaman TIM. Kesan ini dibenarkan mereka. Sementara pelukis lainnya yang sempat kita hubungi tidak terlalu bergairah.

Pelaku Seni Terkait : A Alin DE , Mohammad Daryono , AD Pirous , Amang Rahman , Nunung WS , But Muchtar , Mochtar Apin , Krishna Mustadjab , Zaini , Jeihan , Jim Supangkat , Srihadi Soedarsono , Ahmad Sadali , S Sudjojono , Umar Kayam , Rusli , Affandi , Sudjoko , Popo Iskandar
Karya Seni Terkait :
Peristiwa Terkait :