ivaa-online.org

Mahdi Abdullah

Sosok Mahdi Abdullah bukan hanya dikenal sebagai pelukis. Tapi juga seorang seniman yang dekat dengan kehidupan orang-orang kecil. Melalui kehidupan mereka ia menyampaikan kegelisahan batinnya. perupa kelahiran 26 Juni 1960 ini selalu mengagumi kaum perempuan seolah memberi gambaran betapa kaum perempuan kerap menjadi objek dari kebijakan pemerintah. Mereka sering "tertangkap" dalam razia. Mahdi menyimbolkan realitas itu dengan baju daun pisang yang menurutnya akan “membebaskan” wanita-wanita di Aceh dari sanksi syariat.

Konsepsi Berkesenian: Merupakan manifestasi yang ditunjang oleh banyak faktor serta aspek-aspeknya. Refleksi dari luar diri saya dan di dalam lubuk yang dalam, kerinduan pada masa lalu yang telah lama mengendap, berbaur menjadi satu dengan pengalaman-pengalaman dan kesan-kesan yang baru.

Pengalaman Pameran: Pameran bersama di Yogyakarta (1981), Pameran tunggal seni rupa di Bandung(1982), Pameran seni rupa di Yogyakarta(1985), Pameran tunggal di Aceh (1990), Pameran di ITB Bandung (1993), Pameran di Bentara Budaya Yogyakarta (1993), Pameran di Jakarta (1994), Pameran seni rupa dan benda seni Islami (Mukatamar Muhamadiyyah ke-43) di Banda Aceh (1995), Pameran lukisan di Pekanbaru (1995), Pameran se Sumateradi Bengkulu (1998), Pameran seSumatera di Jambi (1999