ivaa-online.org

Semsar Siahaan

Lahir di Medan, Sumatera Utara, 11 Juni 1952. Dibesarkan dalam keluarga militer, dan mengikuti ayahnya yang sedang bertugas di Yugoslavia. Pada usia 9 tahun, ia belajar melukis di bawah bimbingan gurunya di SD France Freshern di Beograd, Yugoslavia. Pada tahun 1977-1981, Semsar mempelajari seni patung di FSRD ITB, namun tidak sampai selesai karena diberhentikan setelah ia melakukan aksi membakar patung karya dosennya, Soenaryo, yang berjudul ‘Irian Dalam Torso’, karena dianggapnya sebagai seni kemasan yang mengeksploitasi orang Papua. Karyanya kontroversial, kritis dan dengan lantang meneriakkan protes. Kemudian ia pergi ke Prancis, di sana dia mendalami seni lukis. Ia lalu kuliah di San Francisco Art Institute (SFAI), San Fransisco, Amerika Serikat, dibawah bimbingan pelukis Amerika Bruce Mc Gaw dan Ursula Schenider (selesai tahun 1984).

 

Semsar semakin menunjukkan integritas kesenirupaannya pada gerakan mahasiswa dan buruh prodemokrasi dengan menggelar pameran lukisan yang disertai diskusi keliling di sejumlah kampus di Pulau Jawa. Hampir selalu bekerjasama dengan banyak aktivis dan LSM dalam kerja-kerjanya. Dia kenal sebagai salah seorang pendiri Serikat Buruh Merdeka dan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) yang didirikannya bersama dengan para aktivis pers lainnya di Indonesia. Aktivisme Semsar sangat kuat dalam menentang pemerintahan Orde Baru pada masa itu. Selain membakar karyanya sendiri, Semsar juga  dikenal melakukan aksi yang tergolong nekat yaitu memanjat kubah planetarium malam menjelang pagi untuk memasang spanduk ‘Manifesto politik berkeseniannya’, tanpa seizin pihak terkait, ia juga melukis mural anti-Soeharto dan anti-militerisme di tembok luar Teater Arena TIM. Pada Bienalle Seni Rupa Jakarta IX, ia juga menggelar pameran seni instalasi dengan menggali halaman belakang TIM menjadi liang kubur dan mengisinya dengan patung-patung mayat dan setelah itu membakar karya-karya tersebut.

 

Tercatat sejak tahun 1979, Semsar telah mengikuti sebanyak 12 kali pameran bersama dan pameran tunggal di Bandung, Jakarta dan Australia. Pamerannya meliputi karya patung, lukisan dan seni rupa pertunjukan. Tahun 1991, ia memberi ceramah keliling di Sydney, Melbourne, Wollongong, Canberra, Hobart dan Adelaide. Selain itu, ia juga di undang sebagai perupa tamu di University of New South Wales, Australia. Semsar meninggal di Tabanan, Bali, pada tanggal 23 Februari 2005.

Judul Dokumen Tahun Terbit
Art in Southeast Asia: Glimpses into the future
Liputan Media Massa
1997
Artist Plug Into Their Creativity in Jogjakarta
Liputan Media Massa
1997
Transkrip: Diskusi Sorak Sorai Identitas
Transkripsi
2003
15 Tahun Cemeti Art House Exploring Vacuum
Lain-lain
2004
Mengenang Semsar
Tulisan Lepas
2008
"Ziarah" Sekerat Pizza
Liputan Media Massa
2004
Semsar Siahaan, seniman aktivis yang kesepian
Tulisan Lepas
2003
The Shade of Northern Lights
Tulisan Lepas
2004
Perupa Kontroversial Semsar Siahaan Tutup Usia
Liputan Media Massa
2005
Semsar Siahaan, Seni Pejuang Manusia
Liputan Media Massa
2004
Semsar Siahaan Kembali dari Pengasingan
Tulisan Lepas
2004
Liputan Media - Kesenian Unit Desa Ditolak
Liputan Media Massa
1985
Dokumentasi Audio: Diskusi dalam rangka Pameran Biennale IX
Rekaman Audio
1994
Dokumentasi Video: Biennale Seni Rupa Jakarta IX-1993
Rekaman Video
1993
Katalog Pameran - Transposisi
Katalog Pameran
2007
Ziarah Sekerat Piza
Liputan Media Massa
2004
Liputan Media - Lubang Kotak Keadilan
Liputan Media Massa
1997
Menderu Tanpa Humor
Tulisan Lepas
1997
Kritik Atas Kedegilan Manusia
Liputan Media Massa
2004
Melihat Kazakstan Setelah Lepas Dari Uni Soviet
Liputan Media Massa
1998
Buku "Perjalanan Seni Lukis Indonesia"
Lain-lain
2004
"Tanpa Tangan Kotor, Tidak Mungkin Tercipta Itu Firdaus"
Tulisan Lepas
1996
Katalog Pameran "Biennale Seni Rupa Jakarta IX-1993"
Katalog Pameran
1993
Katalog "Contemporary Art of Non Aligned Countries"
Katalog Pameran
1995