ivaa-online.org
KOLEKSI DOKUMEN

Selembar Poster dan Ruang Demokrasi

Tanggal Publikasi : 1 Agustus 2003
Deskripsi :

Dikutip dari artikel:

Di luar soal mutu karya, inilah hal mendasar yang membedakan poster-poster yang ada dalam paket pameran "Menyerang Kekerasan Sayap-Kanan" prakarsa AGI-Goethe Institut dan "Melihat Indonesia Damai" prakarsa FDGI.

Pertama, poster-poster karya FDGI itu sebenarnya masih berupa "rancangan poster", belum jadi poster "sungguhan" yang hadir di ruang publik secara massal. Kedua, kita tak tahu persis di mana kekuatan lembaga sosial yang menghadirkan, mendukung, atau memperjuangkan wacana "Indonesia Damai" dalam poster-poster itu, baik dari lembaga pemerintah/negara atau swadaya masyarakat. Hal ini, berakibat langsung pada soal ketiga ini: kedalaman dan ketajaman pesan yang ingin disampaikan melalui poster-poster itu. Wacana "Indonesia Damai" yang diajukan tak bisa menunjuk langsung apa dan siapa "musuh"nya, tak punya landasan untuk menjangkau wacana yang ingin dimenangkannya. Itulah sebabnya mengapa umumnya poster-poster dalam pameran FDGI berakhir pada "imbauan moral" yang normatif, ditujukan kepada sembarang orang, dengan kecenderungan pesan bernada sloganistis.

Pelaku Seni Terkait : Enin Supriyanto
Karya Seni Terkait :
Peristiwa Terkait :