ivaa-online.org
PELAKU SENI

M Sulebar Soekarman

Sulebar M. Soekarman, seniman yang lahir di Bandung, Jawa Barat, 23 Juli 1943. Putera keempat dari pasangan R. Soekarman Partohandoyo dan Sutartin. Mulai aktif melukis sejak tahun 1970 saat ia menjadi mahasiswa angkatan I Akademi Seni Rupa LPKJ/IKJ, jurusan Seni Murni (1970-1978). Tahun 1972-1974, ia memperoleh beasiswa dari Pemerintah Belanda untuk studi perbandingan di Akademi Seni Rupa, Rotterdam, dan museum-museum di Belanda dan sekitarnya serta mengikuti workshop grafis di studio Lantarn, Rotterdam. Ia juga merupakan lulusan Fakultas Pertanian & Kehutanan UGM, bagian Pertanian (1961-1963) dan lulusan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, bagian Teknologi (1963-1966).

Pameran tunggal yang pernah diikutinya antara lain Pameran Tunggal di Anjungan Pemda DKI Jakarta di TMII Jakarta (1979), Pameran Tunggal di PKJ–TIM Jakarta (1981&1989), Pameran Tunggal di PKJ–TIM Jakarta (1996), PameranTunggal di Ardiyanto Gallery Yogyakarta, Darmint Art Gallery Cafe Jakarta(2007), dan lainnya. Pameran Bersama yang pernah diikutinya antara lain Pameran Lukisan Non Figuratif Indonesia di PKJ-TIM Jakarta (1993), Pameran Seni Lukis Abstrak Bersama ‘Manifesto Abstrak Jakarta’ di PKJ-TIM Jakarta (2005), Pameran Seni Lukis Abstrak Bersama ‘The Reality of Abstract–Niskala’ di Sika Gallery, Ubud, Bali (2006), Pameran Seni Lukis Abstrak Indonesia I 2007 di Galeri Nasional, Jakarta (2007), dan lainnya.

Pernah juga mengikuti beberapa pameran yang diadakan di luar negeridiantaranya pameran ‘PAN PACIFIC’ di Seoul, Korea Selatan (1985) dan diFukuoka, Jepang (1990), serta pameran keliling Modern Indonesia Art (KIAS) diAmerika Serikat (1990-1992) dan juga mengikuti pameran bersama di GalleryConninck Amersfoort di Belanda pada tahun 1993.

Perupa lukisan abstrak ini hingga usia senja menetap di Yogya. Seni abstrak sendiri menurutnya bukanlah semata ekspresi dunia dalam, tetapi juga buah aktivitas intelektual seorang seniman dalam mewujudkan harkat dan martabat kemanusiaannya. Seni abstrak adalah pintu gerbang menuju jalan spiritual sejati dan sekaligus refleksi kehidupan sang senimannya. Kegiatan melukis baginya adalah sebuah upacara religius, seni adalah santapan rohani.