Catatan awal tentang Sukro Dimejo (Soekro Dimedjo) bisa ditemukan dalam Javasche Courant, 2-October- 1863. Sukro Dimejo (SD) bisa jadi pada waktu itu lebih dikenal dengan sebutan Mas Pungut. Tokoh ini diberitakan telah ditembak mati oleh pemerintah Belanda karena terlibat dalam peristiwa kerusuhan sosial di Banten pada tahun 1862. Mas Pungut yang waktu itu mengaku sebagai kerabat Sultan Banten dan anak dari Mas Jakaria (seorang pemberontak yang disegani di Banten) dituduh menghasut rakyat untuk melakukan pemberontakan di Cilangar, Banten.